Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Merumuskan Budgeting Plan Agar Kinerja Perusahaan Tetap Efektif

Merumuskan Budgeting Plan Agar Kinerja Perusahaan Tetap Efektif

Merumuskan Budgeting Plan Agar Kinerja Perusahaan Tetap Efektif | Budgeting plan atau yang biasa disebut dengan rencana kerja atau anggaran perusahaan adalah proses penyusunan laporan keuangan atau beban biaya yang mungkin timbul karena adanya kegiatan produksi, pemasaran, administrasi keuangan, dan sebagainya dalam mencapai tujuan. Dalam sebuah perusahaan penting untuk membuat budgeting plan diawal tahun berjalan, hal ini bertujuan agar perusahaan memiliki ‘batasan’ dalam mencapai tujuannya. Dengan kata lain, budgeting plan akan mengkontrol seluruh kegiatan dalam perusahaan agar semua dapat berjalan sesuai rencana dan perusahaan tidak kehabisan dana dalam menjalankan usahanya. Perumusan Budgeting plan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan, seperti laporan neraca, laba rugi dan cash flow.

Tujuan utama dari budgeting plan adalah sebagai barometer bagi perusahaan dalam melakukan perencanaan keuangan dimasa yang akan datang. Selain sebagai barometer bagi perusahaan, budgeting plan bertujuan untuk mengukur seberapa besar target pencapaian perusahaan dengan efisiensi biaya, serta sebagai acuan otoritas keuangan dalam perusahaan. Sedangkan bagi pihak diluar perusahaan, budgeting plan bertujuan untuk meyakinkan investor agar mereka tertarik untuk mengivestasikan dananya sehingga dananya dapat digunakan sebagai tambahan modal kerja perusahaan. Untuk itu budgeting plan harus berisikan informasi yang jelas, mudah dipahami dan transparant, baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan.

Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat budgeting plan agar kinerja perusahaan terus meningkat dan efektif:

  1. Budgeting plan dibuat per divisi, setiap divisi mengajukan kegiatan kerja dan rencana anggarannya.
  2. Budgeting plan dibuat dengan memperhatikan histori laporan keuangan beberapa tahun kebelakang.
  3. Budgeting plan harus diawasi dengan ketat, apakah sudah sesuai dengan perencanaan awal.
  4. Memberikan penghargaan atau sanksi terhadap pencapaian budgeting plan yang efesiensi maupun unefisiensi.