Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Memilih Metode Persediaan yang Tepat Sesuai PSAK Indonesia. FIFO VS Avarage

Memilih Metode Persediaan yang Tepat sesuai PSAK Indonesia | Persediaan atau stock merupakan elemen penting dalam bisnis dan perdagangan. Adanya perputaran Barang dari Pembelian hingga penjualan membutuhkan pencatatan yang tepat untuk dapat mengetahui nilai barang tersebut. Hal ini yang sering disebut dengan Metode Persediaan. Metode persediaan sendiri merupakan Cara menghitung nilai barang dagang dengan beberapa metode yang telah ditetapkan. Tujuannya Agar dapat mengkalkulasikan Harga Pokok Penjualannya dengan Biaya Persediaan Akhir. Metode Persediaan banyak dikenal ada 4 jenis, yaitu :  

  1. FIFO (First in First out)
  2. LIFO (Last in First Out)
  3. FEFO (First Expired First Out)
  4. AVERAGE (Rata – Rata)

Untuk 4 Jenis Metode tersebut,Sesuai PSAK (Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan) yang berlaku Indonesia hanya memperbolehan memakai diantara 2 metode yaitu Metode FIFO dan Avarage. Nah, Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut tentang Penjelasan Metode FIFO dan Average. Yuk simak selengkapnya. 

fifo vs average
mana yang lebih efektif ?

fifo (first in first out)

Merupakan Metode Persediaan yang banyak digunakan oleh perusahaan di Indonesia. Metode ini akan mengeluarkan nilai barang atau stock yang pertama kali masuk untuk dijual terlebih dahulu. Perhitungan HPP nya mengikuti urutan dari masuk nya barang tersebut. Tujuan dari metode ini salah satunya Agar masing – masing produk tidak tertimbun terlalu lama dan menghindari masa kadaluarsa produk. Metode FIFO cocok diterapkan pada perusahaan yang menjual produk yang memiliki masa kadaluarsa, seperti makanan, minuman, obat dan lain sebagainya. 

avarage (Rata - Rata)

Seperti namanya, Metode ini akan mencatat nilai persediaan dengan perhitungan rata- rata. Dalam penerapan metode Average berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang ada di gudang untuk dijual tanpa memperhatikan barang mana yang masuk lebih awal atau akhir. Untuk serangkaian pembeliaan, biaya rata-rata akan tetap sama, tanpa memperhatikan arah kecenderungan harga. Jadi persediaan akhir barang dagangan akan dinilai dengan nilai perolehan persediaan rata-rata yang masuk.

Kesimpulan :

Baik Metode FIFO atau Average pasti memiliki Kelebihan dan kekurangan masing- masing. dan pada setiap bisnis mungkin akan berbeda hasilnya. maka ada baiknya anda mempertimbangkan dari beberapa hal contohnya 

  • Menilai bagaimana Metode tersebut Mempengaruhi Laba Usaha anda
  • Menilai Bagaimana Metode tersebut Mempengaruhi kewajiban Pajak usaha anda
  • Menilai Metode tersebut berdasarkan efektifitas stock dan penjualan usaha anda

Demikian Artikel mengenai Memilih Metode Persediaan yang tepat sesuai PSAK Indonesia. Semoga dapat menginspirasi dan Sampai Jumpa di Artikel selanjutnya.