Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Kewajiban Pengusaha atas Ppn (Pajak Pertambahan Nilai)

kewajiban Pengusaha atas Ppn | Menjadi Pengusaha merupakan sebuah pilihan untuk tujuan mendapatkan penghasilan dengan cara selain bekerja menjadi pegawai. Pada dasarnya menjadi pengusaha juga memiliki Tanggung Jawab yang besar atas usaha yang akan dibangun. Proses dari memulai usaha dengan perencanaan matang, melakukan aktifitas Usaha setiap harinya dan bagaimana menerapkan Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan Usaha dan Bisnis merupakan kesatuan yang tidak dapat diabaikan. Salah satu contohnya adalah dalam hal perpajakan. 

wajib ppn

Salah satu Pajak yang sering dibahas adalah Pajak Pertambahan Nilai. PPN merupakan pungutan yang dikenakan dalam setiap proses produksi maupun distribusi. Itulah sebabnya kita sering menemukan PPN dalam transaksi sehari-hari. hal ini dikarenakan, dalam PPN, pihak yang menanggung beban pajak adalah pembeli atau konsumen akhir. Sebagai bukti bahwa PPN merupakan kewajiban pembeli, kita bisa menemukan Informasi PPN/ VAT yang tertera pada lembaran Nota belanja atau pembelian. Pada Nota tersebut kita dapat menemukan tulisan dan jumlah PPN. 

Seseorang yang mempunyai sebuah usaha dan sudah berkembang dengan besar diharuskan untuk membayar kewajibannya kepada negara yaitu pajak. Akan tetapi tidak semua pengusaha memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Agar Anda bisa lebih mengetahui secara lengkap mengenai pengusaha yang kena pajak maka pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Apakah Semua Pengusaha Wajib memungut Ppn ?

Kewajiban Pengusaha Atas ppn

Apakah Pengusaha Wajib memungut Ppn ?

Kewajiban Memungut Ppn harus berlandaskan atas Peraturan yang telah ditetapkan dalam perpajakan. Dalam Perpajakan sendiri kita mengenal istilah PKP dan Non PKP yang akan mengarah pada 2 Hak dan kewajiban yang berbeda. Apa itu PKP dan Non PKP ?

PKP

PKP merupakan singkatan dari Pengusaha Kena Pajak. Seperti yang telah ditetapkan pemerintah pada tanggal 20 Desember 2013 pengusaha yang omzet (pemasukkan) lebih dari 4,8  milyar dalam setahun maka berstatus PKP. Pengusaha yang melakukan sebuah penyerahan yang merupakan objek pajak sesuai dengan Undang – Undang PPN wajib melaporkan seluruh usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. 

Kewajiban PKP

  1. Pengusaha dengan Status PKP Wajib Memungut PPN dan atau PPnBM yang terutang.
  2. Pengusaha dengan status PKP Wajib Menyetorkan PPnBM yang terutang.
  3. Setelah melakukan Pemungutan dan Penyetoran, Pengusaha dengan status PKP wajib Juga Melaporkan PPN dan/atau PPnBM yang terutang.

NON PKP

Non PKP Merupakan kebalikan dari PKP yaitu Pengusaha yang tidak kena Pajak. seorang pengusaha atau badan yang masih belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan membuatnya tidak mendapatkan kewajiban untuk memungut dan melaporkan segala bentuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) meskipun di dalam usahanya terdapat kegiatan penyerahan barang atau jasa yang termasuk Barang Kena Pajak. Pada peraturan baru yang berlaku efektif sejak 1 januari 2014  Non PKP merupakan Pengusaha yang dimana omzet (pemasukkan) nya  kurang lebih dari 4,8 milyar dalam setahun maka tidak wajib berstatus PKP alias NON PKP, .

  • Tidak diperbolehkan Memungut, Menyetor, dan melaporkan PPN atau PPnBM
  • Wajib Berpartisipasi melalui Pph Final, Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2013. 

Pph Final atas Non PKP diterapkan dengan sistem Pembayaran utuh. Untuk mengurangi beban administrasi wajib pajak pada perusahaan yang masih berkembang dan belum mampu menyelenggarakan Pembukuan. 

Jadi apakah anda termasuk pkp atau non pkp ?

Kewajiban Pengusaha atas Ppn