Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Kewajiban Pajak Bagi Pengusaha Kena Pajak – Hub Dekky 081357733333

Kewajiban Pajak Bagi Pengusaha Kena Pajak - Hub Dekky 081357733333

Kewajiban Pajak Bagi Pengusaha Kena Pajak – Hub Dekky 081357733333 | Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara. Uang pajak yang dibayarkan rakyat akan masuk kedalam pos pendapatan negara dari sektor pajak. Pajak sendiri merupakan salah satu sumber dana pemerintah yang bertujuan untuk mendanai pembangunan dipusat maupun daerah, sebagai contoh: membangun fasilitas umum, membiayai anggaran kesehatan dan pendidikan maupun kegiatan produktif lainnya. Pemungutan pajak dapat dilaksanakan karena berdasarkan undang-undang. Sedangkan yang dimaksud dengan wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang meliputi pembayar pajak, pemotong pajak dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

  1. Pajak dan bisnis adalah dua hal yang saling berkaitan. Dalam dunia perpajakan adalah istilah PKP (Pengusaha Kena Pajak), yaitu pengusaha baik pribadi maupun badan yang melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pakak (JKP) berdasarkan Undang-undang. Tidak semua pengusaha dapat dikatakan PKP, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain yaitu:
    Memiliki omset dalam satu tahun Rp 4.8 miliar.
  2. Melewati proses survey yang dilakukan KPP tempat pendaftaran.
  3. Melengkapi dokumen dan syarat pengajuan PKP atau pengukuhan PKP.
    Kewajiban pajak bagi pengusaha yang telah mengukuhkan diri sebagai PKP adalah memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang atas penyerahan BKP atau JKP yang telah dilakukan. Setelahnya PKP tersebut dapat melakukan pengkreditan pajak masukan atas perolehan BKP atau JKP.

Selain ketiga hal diatas, Kewajiban pajak lainnya yang harus dilakukan oleh PKP, antara lain:

  1. Melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.
  2. Memungut PPN dan PPnBM yang terhutang.
  3. Menyetorkan PPN yang masih harus dibayar dalam hal pajak keluaran lebih besar dari pada pajak masukan yang dapat dikreditka
  4. Melaporkan perhitungan pajak dalam SPT masa PPN.
  5. Menerbitkan faktur pajak untuk setiap BKP atau JKP.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sendiri dikenakan dan disetorkan oleh pengusaha atau perusahaan yang mengukuhkan diri sebagai PKP. Namun hanya pihak pedagang atau penjual saja yang berkewajiban memungut, menyetor dan melaporkan PPN, sedangkan pihak yang berkewajiban membayar PPN hanya konsumen akhir. Menjadi PKP atau non-PKP memiliki konsekuensi masing-masing, namun beberapa hal yang menguntungkan dengan menjadi PKP. Antara lain:

  1. Pengusaha dianggap tertib membayar pajak serta memiliki sistem yang sudah baik serta legal secara hukum.
  2. Pribadi atau perusahaan PKP dianggap besar dan dapat dengan mudah menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan lain yang tergolong besar.
  3. Dapat melakukan kerjasama dengan pemerintahan.