Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Cara Mudah Menghitung Hpp Produksi Untuk Bisnis Anda

Cara Mudah Menghitung Hpp Produksi Untuk Bisnis Anda |Setiap Pelaku Bisnis dalam menjalankan kegiatan aktivitas bisnis tidak lepas dalam menghitung Harga Pokok Penjualan / Harga Pokok produksi. Salah satu alasan Faktor mengapa harus mengetahui Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan HPP adalah Harga pokok Produksi / Penjualan Merupakan taksiran perkiraan atas penghitungan margin penjualan, prediksi laba rugi. maka dari itu Pebisnis Harus Jeli dalam menghitungnya agar tidak menyebabkan kerugian bisnis yang dijalankan

dalam realita di dunia bisnis banyak orang berpendapat bahwa Harga pokok penjualan dan Harga Pokok Produksi Merupakan Hal yang Sama. akan tetapi apabila ditinjau lebih dalam ada perbedaan dari 2 definisi diatas tsb.

Pengertian Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok penjualan ( HPP) ,menggambarkan harga atau nilai barang yang dijual. sesuai definisinya HPP berarti adalah biaya berkaitan dengan Penjualan atau lebih mudahnya dipahami HPP merupakan biaya pokok ( Harga Perolehan) untuk memperoleh barang dagangan yang kemudian dapat dijual kembali.

Komponen Pembentuk Harga Pokok penjualan :

  • Persediaan Awal Barang
  • Persediaan Akhir Barang
  • Pembelian Bersih Barang Dagang
  • Biaya Bahan Baku
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung
  • Biaya Overhead

Rumus Pembentuk HPP : Persediaan Awal + Pembelian Bersih ( pembelian Bersih + biaya angkut pembelian) – (retur pembelian + potongan pembelian) – Persediaan Akhir Barang

Pengertian Harga Pokok Produksi

Harga Pokok Produksi menggambarkan biaya-biaya yang timbul mulai pada saat penyediaan bahan baku hingga proses akhir produk yang siap dijual. Harga pokok produksi meliputi semua biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi barang atau jasa yang dijual. sehingga Harga Pokok Produksi ini merupakan unsur pembentuk dari Harga Pokok Penjualan itu sendiri. Harga Pokok Produksi merupakan Tahapan Awal Sebelum membentuk harga Pokok Penjualan.

Pemilihan Harga Pokok Produksi

di dalam masing masing masing bidang bisnis dalam memilih harga pokok produksi ada beberapa metode yang dapat dipilih, berikut metode pengukuran Harga Pokok Produksi :

  • Job Order Costing ( metode perhitungan menyertakan akumulasi biaya produksi. nantinya akan dibebankan dan menjadi biaya ke unit produksi. Dalam Job Order Costing Dalam Penentuan HPP Produksi Secara Aktual Costing
  • Process Costing ( metode untuk menghitung biaya produksi massal dari suatu barang atau jasa. Metode ini biasa digunakan perusahaan Manufaktur dalam menjalankanproduksi yang secara konstan dan memproduksi produk yang sama.
  • Activity Based Costing ( metode yang menghitung dan mengidentifikasi setiap biaya yang dikeluarkan pada masing-masing aktivitas dengan alokasi yang berbeda-beda pada setiap aktivitasnya. )
  • Variable Costing ( metode perhitungan harga pokok produksi yang hanya mempertimbangkan biaya produksi variabel.

Dalam Artikel ini akan membahas Cara Mudah Menghitung Hpp Produksi Untuk Bisnis Anda di bidang manufaktur dengan metode pemilihan pengukuran Harga Pokok produksi menggunakan Job Order Costing ( By pesanan / Job Order)

Cara Mudah Menghitung HPP Produksi dengan Metode Job Order Costing

Dijelaskan sebelumnya bahwa Metode Job Order Costing metode perhitungan menyertakan akumulasi biaya produksi. nantinya akan dibebankan dan menjadi biaya ke unit produksi. berikut Tahap tahap Yang Dilakukan :

  • Tahap I : Menghitung Biaya Bahan Baku ( Persediaan bahan Baku)

Menghitung biaya bahan baku dengan Menjumlah Saldo awal Persediaan bahan baku + Pembelian – Persediaan Bahan baku

  • Tahap II : Menghitung Biaya Produksi

Menghitung Biaya Produksi dapat dilakukan dengan mentotal 3 biaya komponen Harga Pokok Penjualan Tahap I (Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead) atau dapat digambarkan sebagai berikut : Biaya produksi = biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead Produksi

  • Tahap III : Menentukan Harga Pokok produksi

Untuk Menentukan Harga Pokok produksi dengan Cara Menotal total biaya Produksi + Persediaan barang ( bahan baku)

Ilustrasi Menghitung Harga Pokok Produksi Menggunakan Job Order Costing Asumsi metode persediaan meggunakan FIFO :

Contoh Kasus :

PT ABC adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dan dalam pemilihan pengukuran Harga pokok produksi menggunakan Job Order Costing ( By Job Order / Pesanan) . Pada bulan Maret 2019 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak brosur sebanyak 7.000 lembar dari CV Express Mandiri dengan harga yang dibebankan adalah Rp2.500 per lembar.

Pencatatan Harga Pokok Produksi dicatat setelah barang yang dijual. Dan penyerahan barang diserahkan seluruhnya ? Metode Persediaan menggunakan Sistem Perpectual

Penjualan tersebut pelanggan akan membayar dengan cara kredit ?

Berapakah Harga Pokok Produksi ?

Data Pembelian dan Kegiatan produksi PT ABC

Data Pembelian :

Pembelian bahan baku kertas brosur : 2.500.000

Pembelian Bahan Baku Pembantu : 2.800.000

Biaya Tenaga Kerja langsung ( menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung :

1. Upah langsung 240 jam @Rp8.000

2. Upah tidak langsung adalah Rp 2.200.000

3.Biaya Gaji Rp.3.000.000

Berdasarkan informasi di atas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan Metode Harga Pokok Pesanan ( Job Order Costing).

Metode Job Order Costing :

Tahap 1 : Mencatat Jurnal pembelian bahan baku & Penolong

1.Pencatatan Pembelian Bahan Baku & Penolong :

persediaan Bahan Baku Rp.2.500.000 (D)

Hutang Dagang Rp2.500.000 ( K)

persediaan Bahan Penolong Rp. 2.800.000 ( D)

Hutag Dagang Rp 2.800.000 ( K)

Tahap II : Mencatat Pemakaian Bahan Baku & Bahan Penolong

Barang Dalam proses /WIP Rp. 5.300.000 ( D)

Persediaan Bahan Baku Rp. 2.500.000 (K)

Persediaan Bahan Penolong Rp. 2.800.000 (K)

Tahap III : Mencatat Biaya Tenaga kerja Langsung

Biaya Upah Langsung Rp 1.920.000 (D)

Upah Tidak langsung Rp.2.200.000 ( D)

Biaya Gaji Rp.3.000.000 ( D)

Hutang Biaya Tenaga Kerja Langsung yang Belum Di bayar Rp. 7.120.000 ( K)

Tahap IV : Mencatat Pembayaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Hutang Biaya Tenaga Kerja Langsung yg Belum Di bayar Rp. 7.120.000 (D)

Kas / Bank Rp7.120.000 (K)

Tahap IV :Mencatat Harga Pokok produksi

Persediaan Barang Jadi Rp 12.420.000 (D)

Barang Dalam Proses / WIP Rp. 5.300.000 (K)

Biaya Upah Langsung Rp 1.920.000 (K)

Upah Tidak langsung Rp.2.200.000 (K)

Biaya Gaji Rp.3.000.000 (K)

Tahap V : Mencatat Harga Pokok Penjualan Produk yang terjual ( Asumsi Produk terjual semua dan Sudah Dilakukan Penyerahan Seluruhnya

Piutang dagang Rp 17.500.000 (D)

Pendapatan penjualan Rp 17.500.000 ( K)

Harga Pokok Penjualan Rp 12.420.000 ( D)

Persediaan Rp 12.420.000 ( K)

Baca Juga :