Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Bisnis Online VS Bisnis Offline Ditengah Masa Transisi

Bisnis Online VS Bisnis Offline Ditengah Masa Transisi
Bisnis Online VS Bisnis Offline Ditengah Masa Transisi

Bisnis Online VS Bisnis Offline Ditengah Masa Transisi |Berbicara mengenai bisnis online dan bisnis offline saat ini memang sangat menarik. Hal ini dikarenakan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Ditambah dengan perkembangan digital yang semakin pesat membuat banyak orang memilih berbelanja secara online karena dinilai lebih praktis. Walaupun bisnis online lebih memudahkan bagi pemula untuk memulai bisnisnya, beberapa alasan yang membuat bisnis online patut dicoba:

  1. Bisnis online mudah dan bisa dilakukan dimana saja, asal ada jaringan internet yang memadai, kita sudah bisa berjualan.
  2. Mempunyai peluang lebih besar karena yang dijangkau bukan hanya nasional namun internasional.
  3. Pelayanan selama 7 hari 24 jam, konsumen dapat mengakses informasi produk kapan dan dimanapun.
  4. Pembelian dapat dilakukan kapanpun tanpa pembatasan waktu.
  5. Modal relatif lebih kecil, karena biasanya dalam bisnis online tidak diperlukan sewa atau beli tempat.

Dan masih banyak lagi keunggulan lainnya dalam berbisnis online. Namun benarkah bisnis online lebih menguntungkan dibandingkan dengan bisnis offline?

Landasan utama dalam berbisnis online adalah kepercayaan, bagaimana mungkin kita bisa bertransaksi dengan toko yang tidak terpercaya? Namun, ini juga yang menjadi alasan utama bisnis offline tetap patut dipertahankan, karena biar bagaimanapun bisnis offline memiliki toko, kantor atau showroom yang bisa didatangi sewaktu-waktu. Konsumen tentu akan lebih percaya karena ada toko fisik yang bisa didatangi langsung. Toko yang ada wujudnya tentu lebih bisa dipercaya. Konsumen bisa melihat barang yang ingin dibeli secara langsung, sehingga meminimkan keraguan konsumen untuk membeli.

Lantas mana yang lebih menguntungkan antara bisnis online dan bisnis offline? Menurut kacamata saya secara pribadi, trend saat ini menunjukkan kecendurungan orang untuk berbelanja secara online, apalagi ditengah terjadinya wabah nasional seperti saat ini ( pandemi covid-19 ) . Orang banyak menghindari untuk keluar rumah dan bertemu banyak orang. Selain itu dapat menghemat waktu, produk dan jasa yang ditawarkan pun semakin beragam. Namun bukan berarti bisnis offline ditinggalkan seutuhnya dan hanya menggantungkan bisnis online saja. Kita dapat mengukur dan mempertimbangkan apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan dalam bisnis online dan bisnis offline, lalu memutuskan cara berbisnis mana yang lebih cocok dan menguntungkan dengan produk yang kita jual. Misal toko kelontong, tentu akan lebih cocok jika dijalankan secara offline. Dengan adanya toko fisik, pendekatan kepada konsumen akan lebih mudah. Biasanya orang yang nyaman berbelanja disuatu tempat bukan hanya karena produknya saja tapi juga karena adanya kedekatan secara emosional, keramahan penjualnya. Bila memungkinkan toko kelontong ini bisa dijalan kan secara bersamaan, menjadi toko online sekaligus toko offline.

Yang perlu diperhatikan dalam berbisnis online maupun offline adalah:

  1. Sumber dana, baik bisnis online maupun offline kita perlu mempersiapkan dana yang dibutuhkan. Menghitung setiap detail yang kita perlukan agar bisnis yang kita jalankan tidak mengalami masalah ditengah perjalanannya.
  2. SDM atau tenaga kerjanya. SDM yang ahli akan dapat membantu mengembangkan usaha kita.
  3. Tekad, kerja keras dan tahu apa yang menjadi goals/ pencapaian dalam hidup, akan mendorong kita untuk terus berusaha mengembangkan bisnis kita.
  4. Mampu dan mau mengikuti trend yang sedang berkembang. Jika kita hanya berpatok pada prinsip dan ego kita saja tanpa mau mengikuti perkembangan, maka lambat laut kita tidak akan mampu bertahan.

Baca Artikel Lainnya :