Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

Bagaimana Agar Bisnis Pariwisata Bisa Bertahan Diera New Normal

Bagaimana Agar Bisnis Pariwisata Bisa Bertahan Diera New Normal
Bagaimana Agar Bisnis Pariwisata Bisa Bertahan Diera New Normal

Bagaimana Agar Bisnis Pariwisata Bisa Bertahan Diera New Normal | Setelah berbulan-bulan pandemi berlangsung di Indonesia, ini lah saatnya masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas normal, tentunya dengan sederet protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan.
Di Era new normal seperti saat ini, tentu akan mengubah perilaku masyarakat sehari-hari. Orang akan lebih berhati-hati tidak hanya dari segi ekonomi namun juga dari segi pengambilan keputusan seperti membeli makanan ditempat umum, memilih transportasi, berpergian di tempat umum, dan sebagainya.
Hal ini tentu akan ikut mengubah stategi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Pelaku bisnis harus ikut beradaptasi mengikuti keadaan new normal seperti saat ini. Tentu yang menjadi pertimbangan utama adalah mengedepankan protokoler kesehatan.

Pelaku bisnis retail dan makanan akan lebih banyak beralih ke penjualan secara online, hal ini diharapkan untuk mengurangi terjadinya kontak fisik. Adapun toko offline tetap buka namun mereka dapat memberlakukan pembatasan customer yang datang. Berbeda dengan bisnis retail dan makanan, bisnis pariwisata akan memiliki kendala yang sedikit lebih sulit. Karena bisnis pariwisata tidak memungkinkan untuk dijual secara online. Sebelum kita membahas bagaimana bisnis pariwisata dapat bertahan diera new normal seperti saat ini. Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan antara lain:

  1. Tenaga kerja. Efesiensi tenaga kerja dapat membantu bisnis kita bertahan diera new normal seperti saat ini.
  2. Kebersihan area. Dengan kebiasaan baru masyarakat akan lebih memperhatikan kebersihan.
  3. Memperhatikan jam buka-tutup, serta memberlakukan pembatasan wisatawan.
    Ke tiga hal diatas diharapkan sesuai dengan standart protokoler kesehatan yang ditetapkan.

Lalu bagaimana cara bisnis pariwisata tetap bisa bertahan di era new normal seperti saat ini ?

Berikut beberapa tips yang mungkin dapat mambantu:

  1. Mengubah pemasaran untuk menarik wisatawan lokal terlebih dahulu. Karena saat ini yang paling memungkinkan untuk menjadi target market adalah masyarakat lokal.
  2. Mengurangi layanan wisata untuk mengurangi biaya operasional diawal-awal pembukaan.
  3. Gencar memanfaatkan media sosial untuk melakukan pemasaran serta promosi.
  4. Tetap memperhatikan protokoler kesehatan baik dari sisi tenaga kerja maupun pengunjung sendiri.
    Bisnis pariwisata sebenarnya tetap menjanjikan, terlebih lagi setelah masyarakat melakukan karantina mandiri dirumah. Hanya saja perlu waktu untuk bisnis pariwisata bisa bangkit kembali, selain karena masyarakat sekarang lebih memperhatikan kebersihan, takut keluar rumah, dan enggan bepergian ditempat yang ramai, hal ini juga disebabkan segi perekonomian.

Artikel Bagus Yang Perlu Anda Baca :