Accurate Business Center (ABC Store) Galaxy

(031)5912996 / 0895414549025 ( WA ) galaxy@myabcshop.com

7 Laporan Keuangan Yang Belum Dipahami Oleh Pengusaha

7 Laporan Keuangan Yang Belum Dipahami Oleh Pengusaha
7 Laporan Keuangan Yang Belum Dipahami Oleh Pengusaha

7 Laporan Keuangan Yang Belum Dipahami Oleh Pengusaha |Membuat laporan keuangan dalam sebuah perusahaan adalah sebuah keharusan. Hal tersebut dapat digunakan untuk menilai tingkat keuangan perusahaan, apakah keuangan perusahaan tersebut dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat. Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi financial sebuah perusahaan dalam periode waktu tertentu.

Informasi mengenai kondisi finacial tersebut nantinya akan dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan sebuah perusahaan. Dimana informasi ini dapat membantu manajemen, investor, pemegang saham dan pihak terkait lainnya untuk menilai kinerja perusahaan, serta dapat mementukan langkah apa yang harus diambil setelahnya. Sesuai Standart Akuntansi Keuangan pada umumnya berikut adalah contoh-contoh laporan keuangan yang penting untuk diketahui oleh perusahaan :

  1. Laporan Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Piutang Belum Terbayar
  4. Laporan Hutang Belum Bayar
  5. Laporan Arus Kas

Laporan keuangan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Penggunaan laporan keuangan harus didasarkan pada kebutuhan perusahaan, sehingga ada baiknya bagian akuntansi mengetahui fungsi-fungsi laporan keuangan agar laporan keuangan yang dibuat dapat saling berhubungan dan dapat menjelaskan kondisi financial perusahaan secara jelas dan benar. Selain 5 laporan keuangan diatas, ada beberapa laporan keuangan yang jarang dipahami oleh perusahaan, diantaranya adalah:

  1. Laporan Umur Piutang
  2. Laporan Umur Hutang
  3. Laporan Ketersediaan Persediaan
  4. Laporan Umur Persediaan
  5. Laporan Rekonsiliasi Bank
  6. Laporan PPN Keluaran
  7. Laporan PPN Masukan

Dengan mengetahui jenis dan fungsi dari laporan keuangan, perusahaan dapat menentukan laporan mana yang tepat untuk digunakan dalam perusahaannya. Hal ini menghindari terjadinya pembuatan laporan keuangan yang sia-sia (laporan keuangan yang tidak informatif). Laporan keuangan yang tepat adalah laporan keuangan yang dapat mengevalusi kinerja perusahaan serta dapat dipakai untuk melihat potensi untuk menghasilkan kas pada masa yang akan datang.

Artikel Menarik Lainnya :